Beranda
The Way Of Harmony : Liputan Majalah HER WORLD beritahu rekan anda via E-mail

aikido_bulungan_1.jpg

(HER WORLD, Mei 2009) Olah raga bela diri identik dengan sesuatu yang keras dan kasar. Namun, bila ada yang menekankan kasih sayang dan kelembutan, apa salahnya anda ikut belajar? FESTI RAHMA HIDAYATI mengajak anda mencoba aikido.

 

Pernah menonton film dimana Steven Seagal beraksi? Di situ, sang aktor tampak lihai dengan aikido. Untuk ukuran bela diri, aikido memang terlihat tak terlalu “garang”. Nyaris tak ada pukulan atau tendangan dari para aikidoka (sebutan untuk peserta aikido). Tampak damai, walau bisa dipastikan membutuhkan kekuatan fisik dan menguras stamina saat berlatih nanti.

Ritual sebelum latihan pun dimulai dengan meditasi agar pikiran dan suasana hati lebih jernih dan tenang. "Aikido bisa dibilang menekankan pada kelembutan, karena tujuannya menciptakan keselarasan atau harmoni. Sebisa mungkin kita tidak boleh melukai lawan dengan menyerang secara agresif, melainkan "mengarahkan serangan lawan untuk menaklukannya. Aikido tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental, " kata Herry Sukardi, Ketua Bulungan Aikido dojo, sesaat sebelum latihan dimulai. Saya jadi penasaran, bagaimana mungkin olahraga bela diri menuntut penguasaan diri untuk tidak melukai lawan?  

Keselarasan jiwa dan raga

 

Aikido (berasal dari kata "Ai" berarti cinta atau harmoni, "Ki" berarti energi, dan "Do" berarti jalan) merupakam bela diri asal jepang yang diperkenalkan oleh Morihei Ueshiba sebagai jalan untuk mencapai keharmonisan dalam hidup. Bahkan, Morihei Ueshiha pernah berkata, "Aiki is not techniques to fight with or defeat the enemy. It is the way to reconcile the world and make human being one family”. Filosofi itulah yang mendasari mengapa gerakannva sama sekali tidak menunjukkan kekerasan, tetapi masih terlihat dinamis dan penuh energi. "Sifatnya yang lembut nenjadi cocok bagi perempuan yang ingin mencoha olahraga beladiri. Tidak terkesan terlalu macho," tambah Herry. Terlihat, dalan 10 tahun terakhir, aikidoka perempuan jumlahnya mengalami peningkatan. Di Indonesia, aikido resmi berdiri melalui Yayasan Indonesia Aikikai (YIA) pada tahun 1984.

Perbincangan terpaksa terhenti karena latihan akan segera dimulai. Semula saya dan seorang rekan tertantang mencoba latihan bersama-sama dengan para aikidoka Bulungan. Namun hati mendadak ciut setelah mengamati beberapa saat. Sensei Merdi Murti mengajak para aikidoka melakukan pemanasan, mulai melakukan roll depan, roll belakang, menjatuhkan diri, dan lain-lain. Kami bertambah panik ketika nengetahui bahwa tidak ada pemisahan latihan bagi peserta yang memiliki tingkat sabuk berbeda. "Saat di lapangan kita tidak bisa memilih lawan. Latihan bersama dengan bertukar pasangan ini agar terbiasa menghadapi situasi dan karakter orang yang berbeda. Jangan takut cidera. Sesuai filosofinya, kita tidak diperkenankan menciderai lawan", tambah Herry.

Jujur, penjelasan itu tak juga membuat hati kami tenang. Nyali kami nyaris menciut, haha... Tak terbayang, kami harus berguling atau jatuh karena “dibanting” oleh pasangan latihan di atas matras. Saya dan rekan saling berpandangan begitu melihat seorang peserta sabuk putih nampak menikmati” dikunci dan dilempar oleh seniornya. Kami menarik nafas panjang sambil melihat ngeri dan membatin, "Apakah kami bisa seperti itu?" Meski agak takut, tetapi kami bertekad mencoba. Setelah mengganti pakaian dengan "gi" (seragam latihan yang terdiri dari baju, celana, dan sabuk), dengan sok pede, kami pun siap beraksi menjadi aikidoka " dadakan".

 

Teknik-teknik dasar

 

Merdi, Sensei latihan kali itu, memberi pengenalan singkat tentang aikido. Setelah melakukan pemanasan, kami siap menerima tiga hal mendasar, yaitu cara berdiri/postur (Kamae), cara badan bergerak (Tai Sabaki), dan cara jatuh (Ukemi). " Sebenarnya postur aikido bersifat natural. Tidak sulit dipelajari. Namun, karena tidak terbiasa jadi kelihatanya sulit," kata Merdi sambil membetulkan posisi badan saya agar lebih tegak. Selain postur, diajarkan Tai Sahaki agar memudahkan pergerakan badan. Yang terakhir, cukup membuat kami bergetar, adalah Ukemi. Tujuanya adalah agar badan kita tidak cedera sehingga cara jatuhan harus tepat. “Dasarnya harus menguasai teknik roll," kata lelaki yang berprofesi sebagai advokat ini.

 aikido_bulungan_3.jpg aikido_bulungan_2.jpg 

Kami bingung untuk memulai "menggelinding" karena terus terang badan kami tidak lentur. Merdi tahu betul bahwa kami terlihat ragu-ragu, ia pun memberi kami contoh. Ia pun "mempersenjatai” kami bola untuk memudahkan kami berguling. Walau agak was-was, saya mengikuti instruksi Merdi. Saya pun berguling walau arahnya tak lurus ke depan, melainkan ke samping. Haha... Namun saya tidak kapok, justru menikmati dan kembali “menggelinding”. "Lebih baik ketimbang tadi", kata lelaki yang pernah memberikan pelatihan pada Detasemen Deteksi dari Pasukan Pengaman presiden ini memberi semangat. Sementara rekan saya hanya sekali mencoba, dia cukup sukses.

Dalam berlatih aikido, ada yang melakukan teknik (Tori) dan ada yang menerima teknik (uke) di mana presentasenya seimbang. "Yang menjadi uke sering jatuh, sehingga itu pentingnya belajar ukemi. Menjatuhkan diri dan dijatuhkan inilah yang coba dikuasai oleh peserta pemula. Saat bergabung, peserta akan masuk ke tingkat mudansha yang paling dasar yaitu kyu 6. Sistem tingkatan aikido terbagi memjadi: Mudansha (terdiri dari Kyu 6 hingga Kyu 1) dan Yudansha (dimulai dari Dan 1 hingga seterusnya).

Secara umum, teknik atan waza dalam aikido ada tiga bentuk dasar, yaitu teknik kuncian (Katame waza), teknik lemparan (Nage waza), dan teknik senjata (Buki waza). “Pada prinsipnya teknik-teknik itu untuk menetralisasi serangan”,head instructor Bulungan Aikido Dojo memberi contoh, Katame waza berakhir dengan bentuk kuncian atau pinning, sementara Nage waza berakhir pada bentuk lemparan. Pada perkembangannya, teknik-teknik lanjutan akan dipelajari sesuai dengan tingkatan. Semisal, gabungan diri Nage Waza dan Katame waza. Ketika ditarik, aikidoka akan bergerak ke arah penyerang. Ketika didorong, ia akan berputar untuk menghindar. Selanjutnya, lawan akan menjadi sasaran dengan kuncian mematikan atau lemparan. Aikidoka juga diharapkan mampu menghadapi lawan yang menggunakan senjata senjata melalui Buki waza. Saat berlatih biasanya menggunakan senjata-senjata kayu, seperti: pedang kayu (Bokken atau Bokuto), tongkat kayu (Jo), dan pisau kayu (Tanto).

 

Melatih kesabaran

 

Tak hanya kesempurnaan terhadap penguasaan teknik saja yang menandai kesuksesan seorang aikidoka. Berlatih aikido juga melatih kesabaran. Ya, kita dituntut untuk menyelesaikan konflik dengan cara “damai”. Secara filosofi, tujuannya mencapai harmonisasi dengan ki yang nantinya bisa untuk mengalahkan lawan. "Dalam kehidupan sehari-hari, berlatih aikido bisa meningkatkan kepercayaan diri dan pengembangan karakter," lanjut Merdi. Berlatih aikido juga bermanfaat untuk kesehatan. Bila dilakukan dengan tepat akan terasa bahwa olah raga bela diri ini mampu membuat tubuh bugar dan membakar kalori. Terbukti, selepas latihan badan kami terasa lebih segar (walau dengan bonus badan pegal-pegal). Jadi, apalagi yang Anda tunggu? Inilah aktivitas yang bisa menjaga keseimbangan jiwa dan raga anda. Selamat mencoba! HW

***

Naskah asli dipublikasi oleh majalah HER WORLD, Mei 2009, sebagaimana ditulis oleh reporter HER WORLD : Festi Rahma Hidayati dan fotografer Ryo Aulia, dan dipublikasi ulang oleh http://indonesiaaikikai.com

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Website Links

Sekilas Info

Berdasarkan surat Keputusan Peserta Ujian Yudansha yang diterbitkan oleh Sekretaris Jenderal dan Ketua Dewan Guru YIA nomor 2009/12/17/SK/SJ/PIA, berikut ini diinformasikan daftar calon peserta ujian yudansha YIA 2010.

  • Calon peserta ujian SHODAN
 No. Nama Dojo Kota
 1. Gunarto Aikikenkyukai Ekamant
Bekasi
 2. Chaerudin Aikikenkyukai Kelapa Gading
Jakarta
 3. Vero Yang
Aikikenkyukai Mediterania
Jakarta
 4. Zulfikran Adijaya
Aikikenkyukai Mediterania
Jakarta
 5. Nanang S. Tricahyo
Aikikenkyukai Sukasari
Bogor
 6. Riwayagun
Aikikenkyukai Sukasari
Bogor
 7. Achmad Rachmat S. Sudjai
Bandung
Bandung
 8. Rifani Sjarif
Bandung
Bandung
 9. Novianto
Bintaran Wetan
Yogyakarta
 10. Muna Waryanto
Bulungan
Jakarta
 11.
Setia Budi Siswanto
Bulungan
Jakarta
 12. Sjafarina Sisdjiatno
Bulungan
Jakarta
 13. Roijke Soedharma
Bumi Serpong Damai
Tangerang
 14. Ryuichi Gautama Maeda
Cempaka Putih
Jakarta
 15. Yudi Pratama
IBII
Jakarta

Langganan Info

Info Indonesia Aikikai


Terima HTML?
Bergabung untuk menerima info reguler dari YIA

Advertisement
Saat ini ada 4 tamu online
Advertisement

Kunjungan