| Buat Bung Seagal dan Rekan |
|
Halaman 1 dari 3 SURAT TERBUKA KEPADA NORRIS, SEAGAL, DAN VAN DAMME Oleh : Stanley Pranin – Aiki News #97 (diantara musim gugur/dingin 1993) Sumber: http://www.aikidojournal.com/article?articleID=538 --- 9 Okt 2007 seorang bocah lelaki meyebabkan saya menulis surat ini. Namanya John. Dia itu anak lelaki saya. Saya menyaksikannya tumbuh berkembang selama dua tahun dan delapan bulan terakhir, dan setiap hari ia memperoleh lebih banyak pengetahuan, kekuatan dan ketangkasan. Saya memperhatikannya bahwa ia mencapai semua keterampilannya tersebut melalui mengamati, meniru, dan mengulang-ulang. Maka, sebagai orang tua saya merasa memiliki tanggungjawab yang besar dalam menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung untuk meningkatkan kemampuannya belajar. Di suatu malam saya bersantai dengan keluarga untuk menikmati film “aksi-komedi” senja hari, namun film tersebut masih berisi lagu lama tentang pembunuhan, ledakan, kejar-kejaran mobil, dan lain-lain. Pada suatu titik tertentu di film itu, si John kecilsecara insting terlonjak dari depan TV sebagai reaksi terhadap suatu adegan kekerasan dan saya mendekatinya, secara insting juga, untuk menutup matanya dengan tangan saya. Ini membuat saya berfikir. Di sini kita memiliki media luar biasa dalam bentuk film, TV, dan video beserta potensi luar biasanya untuk menghibur dan mendidik. Sekalipun begitu, atas jenis-jenis program yang ditawarkan, kita wajib untuk sangat memperhatikan untuk melindungi anak kita terpapar kepada arus kekerasan, vulgaritas, pornografi yang terus menerus. Saya fikir ini tidak memerlukan gelar Ph.D. untuk memahami bahwa anak-anak, dan juga orang dewasa untuk hal tersebut, sangat terpengaruh oleh hal yang mereka lihat di layar TV atau film. Perilaku masa bodoh industri hiburan terkait dengan masalah ini mengingatkan saya posisi perusahaan tembakau yang masih mengambang pada klaim yang mengatakan bahwa tak ada kesimpulan kuat ilmiah yang menghubungkan antara merokok sigaret dengan sejumlah penyakit. Tuan Norris, Tuan Seagal, dan Tuan Van Damme (Chuck Norris, Steven Seagal --- pent.), saya tidak akan bersusahpayah mengalamatkan komentar ini kepada kalian jika bukan karena fakta bahwa kalian adalah “praktisi bela diri”, atau dengan mengatakannya secara lebih puits, “Pencari Jalan Bela Diri”. Karena itu saya fikir, dengan ketrampilan anda yang mematikan, bahwa kalian memahami dan menyadari akibat dari tindakan kalian. Kalian bertiga telah mencapai kemampuan luar biasa di seni bela diri melalui bertahun-tahun usaha, keringat dan sakit anda. Anda kemudian menggunakan bakat tersebut untuk menawan para pemirsa di sleuruh dunia dan telah menyentuh ratusan juta remaja yang menjadi penggemar utama anda. Pengaruh yang sedang ada ditangan anda adalah bentuk gegar-pemikiran yang bisa menjadi potensi luar biasa untuk memberi inspirasi dan membentuk pikiran anak muda. Meskipun ada kekaguman besar terhadap sosok pahlawan yang anda gambarkan yang lebih besar di kehidupan nyata dibanding di layar film --- keberanian menghadapi rintangan yang nampaknya tak bisa diatasi, keahlian tehnik, pengkondisian dan pengembangan fisik – saya percaya bahwa pesan yang sedang anda sampaikan melalui peran-peran dalam film anda sangatlah negatif dan merusak. Dengan jenis-jenis film dimana anda muncul, tak seorangpun akan berharap bahwa anda akan masuk menjadi pemenang Academy Award atau anda akan menggambarkan karakter komplek yang mengalami transformasi psikologis yang lembut. Namun, meskipun perubahan ego-ego anda dalam film biasanya adalah sosok pahlawan, mereka itu adalah para pahlawan yang pemikiran-pemikiran tentang benar atau salahnya kabur dan para pahlawan yang mengambil jalan kekerasan untuk dihormati. Para tokoh rekan fiktif anda adalah para tukang tembak yang suka menarik pelatuk senjata dan dengan senang hati akan suka untuk berkelahi daripada menyingkir meskipun tindakan mereka bisa menyebabkan cidera atau kematian. Keputusan anda terhadap situasi bahaya dan kekerasan yang fiktif menyediakan menu pilihan bagi banyak anak muda yang terkesan yang akan meniru anda dalam usahanya memecahkan masalah di kehidupan nyata mereka. Apakah ini meresahkan anda dan menjadikan anda berendah hati terhadap pentingnya peran anda sebagai para model karakter?
|
|||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|