" Kenaikan tingkat adalah sebuah alat untuk mengevaluasi kemampuan seseorang dan kemajuannya secara obyektif dengan satu set standarisasi. Namun, saya percaya bahwa sudut pandang semacam itu tidak relevan untuk mencari Tao. Karena seberapa jauh atau seberapa dalam seseorang telah berjalan merupakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat internal yang hanya bisa dijawab oleh si praktisi. Saya akhirnya percaya bahwa tidak mungkin untuk mengukur kedalaman setiap orang dengan apa yang mereka jalani dengan menggunakan satu standarisasi tetap."
***
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(HER WORLD, Mei 2009) Olah raga bela diri identik dengan sesuatu yang keras dan kasar. Namun, bila ada yang menekankan kasih sayang dan kelembutan, apa salahnya anda ikut belajar? FESTI RAHMA HIDAYATI mengajak anda mencoba aikido.
Pernah menonton film dimana Steven Seagal beraksi? Di situ, sang aktor tampak lihai dengan aikido. Untuk ukuran bela diri, aikido memang terlihat tak terlalu “garang”. Nyaris tak ada pukulan atau tendangan dari para aikidoka (sebutan untuk peserta aikido). Tampak damai, walau bisa dipastikan membutuhkan kekuatan fisik dan menguras stamina saat berlatih nanti.
Ritual sebelum latihan pun dimulai dengan meditasi agar pikiran dan suasana hati lebih jernih dan tenang.
"Aikido bisa dibilang menekankan pada kelembutan, karena tujuannya menciptakan keselarasan atau harmoni. Sebisa mungkin kita tidak boleh melukai lawan dengan menyerang secara agresif, melainkan "mengarahkan serangan lawan untuk menaklukannya. Aikido tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental, " kata Herry Sukardi, Ketua Bulungan Aikido dojo, sesaat sebelum latihan dimulai. Saya jadi penasaran, bagaimana mungkin olahraga bela diri menuntut penguasaan diri untuk tidak melukai lawan?
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
SURAT TERBUKA KEPADA NORRIS, SEAGAL, DAN VAN DAMME
Oleh : Stanley Pranin –
Aiki News #97 (diantara musim gugur/dingin 1993)
Sumber: http://www.aikidojournal.com/article?articleID=538 --- 9 Okt 2007
seorang bocah lelaki meyebabkan saya menulis surat ini. Namanya John. Dia itu anak lelaki saya. Saya menyaksikannya tumbuh berkembang selama dua tahun dan delapan bulan terakhir, dan setiap hari ia memperoleh lebih banyak pengetahuan, kekuatan dan ketangkasan. Saya memperhatikannya bahwa ia mencapai semua keterampilannya tersebut melalui mengamati, meniru, dan mengulang-ulang. Maka, sebagai orang tua saya merasa memiliki tanggungjawab yang besar dalam menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung untuk meningkatkan kemampuannya belajar.
Di suatu malam saya bersantai dengan keluarga untuk menikmati film “aksi-komedi” senja hari, namun film tersebut masih berisi lagu lama tentang pembunuhan, ledakan, kejar-kejaran mobil, dan lain-lain. Pada suatu titik tertentu di film itu, si John kecilsecara insting terlonjak dari depan TV sebagai reaksi terhadap suatu adegan kekerasan dan saya mendekatinya, secara insting juga, untuk menutup matanya dengan tangan saya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Berpikir Sebagaimana Sabuk Putih;
Kerendahan hati bisa membantu anda mempelajari hal baru yang nampaknya usang
Oleh: Martin Rooney
*
Martin Rooney adalah direktur Parisi Speed School and pelatihan pengkondisian Tim Renzo Gracie. Dia telah melatih para petarung untuk ADCC, UFC, dan Pride. Bukunya berjudul "Training for Warriors" dan DVD nya terdapat di www.parisisschool.com
Artikel ini ditulis dalam majalah GRACIE (www.graciemag.com ) terbitan#124, halaman 76 (Juni 2007)
Saat saya mulai menulis untuk majalah GRACIE, pikiran saya terbuka terhadap ide apapun. Sekarang ini saya telah menulis untuk majalah ini hampir selama 6 tahun. Orang seringkali bertanya cara saya terus menulis bulan demi bulan dengan tulisan yang baru. Jawaban saya adalah bahwa kunci tulisan saya dan seni bela diri adalah selalu memiliki Pikiran Seorang Pemula.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 4 |