Beranda arrow Tulisan / Kirim arrow Opini
Opini
Aikido; Opini di Penghujung fajar beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Aikido bagi saya, kurang atau lebihnya, adalah seni untuk memahami entitas energi. Energi bisa terdapat dalam unit apapun di alam dan kehidupan sehari-hari. Makhluk hidup, benda, mesin. Bahkan sesuatu yang bersifat mental; emosi, perasaan, kekuatan politik, perjanjian, hukum, norma, budaya, seni.
 
Dalam konteks fisik, dojo, latihan, praktik; aikido adalah seni memahami kekuatan energi penyerang, yakni tentang dari mana kekuatan dibangkitkan, disalurkan melalui mekanisme tubuh penyerang, lalu disampaikan kepada target serangan. Secara prinsipil; serangan adalah perpindahan energi yang disalurkan ke target perpindahan energi; dengan tujuan negatif. Energi bisa berpindah tempat melaui mekanisme biologis dari tubuh dan anggota tubuh pemilik energi; penyerang. Energi serangan lalu menemui titik kontak fisik dengan target serangan; lalu terjadi tubrukan energi. Akibat dari tubrukan energi adalah kerusakan, dari skala terkecil hingga terbesar; dari sekedar cidera ringan hingga kematian. 
 
Bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh tahun, praktisi aikido secara tehnik berlatih untuk memahami hal tersebut. Sebagian berkutat pada “bentuk” tehnik, sebagian lebih maju mengekplorasi “konsep” dan “strategi”, sebagian kecil mencapai tahap “pemecahan masalah” dengan cara “yang lebih baik” dan manusiawi.
Selengkapnya...
 
Aikido dan Organisasi Nasionalnya beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Beberapa tahun yang lalu [1997] di Indonesia masih tidak dikenal apa itu Aikido, apalagi organisasi aikidonya. Bahkan pernah seorang yang bertanya kepada saya, Aikido itu 'binatang apa?'... tolong jelaskan kepada saya apa itu Aikido dan bagaimana organisasinya di Indonesia, jangan-jangan organisasi gelap dan terlarang? Hingga saat ini masih tertanam dibenak saya bentuk pertanyaan sentimen tersebut, dan sependek pengetahuan saya hingga saat ini masyarakat luas masih belum memahami apa itu Aikido dan organisasinya. Aikido bukan binatang, bukan organisasi, bukan alat / instrumen, melainkan suatu ajaran Seni-Bela-Diri yang memiliki nilai filosofi luhur yang diciptakan oleh [almarhum] Morihei Ueshiba. Sedangkan organisasi Aikido merupakan sekumpulan orang-orang yang mengurusi dan/atau menjalankan agar kegiatan pendidikan dan pembinaan seni bela diri aikido agar dapat terlaksana bagi masyarakat Indonesia, sehingga bisa terjadi dalam suatu organisasi Aikido akan diurus oleh beberapa orang yang sesungguhnya orang itu tidak mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan Seni Bela diri Aikido, walau hal ini biasanya amat-langka dan sangat jarang terjadi.
Selengkapnya...
 
Ketika Rei Sudah Tidak Lagi Dibutuhkan beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh R.G.S.   
 
Subjek judul tadi sekilas lewat di pikiran saya, yang langsung bertanya apa jadinya ketika Rei sudah tidak lagi diperlukan? Ketika seseorang akan memasuki dojo [ruangan berlatih] biasanya orang ini dalam posisi berdiri akan menundukkan setengah badan dan memberikan hormat. Demikian pula ketika ia akan masuk ke tatami, akan memulai berpasangan untuk berlatihan, juga setelah selesai berpasangan, mereka akan melakukan Rei dalam posisi seiza [duduk / ala Jepang ; baca : cara Aikido]. Begitu pula ketika seorang instruktur yang memanggil muridnya untuk maju ke depan, ketika akan memberikan contoh teknik, si-instruktur [guru] akan memulai terlebih dahulu dengan rei dalam posisi seiza, dan setelah si-instruktur selesai memberikan contoh, dia akan menutup dengan rei dalam posisi seiza kembali. Sadar atau tidak sadar, sesungguhnya gerakan terbanyak ketika kita latihan didojo adalah gerakan REI yaitu gerakan memberikan penghormatan dengan menunduk dalam posisi seiza atau duduk, coba deh amati dan hitung berapa kali anda melakukan rei dibanding melakukan teknik ketika di dojo.
 
Jika kita renungkan apa sih makna rei menurut pemahaman sehari-hari ketika berlatih Aikido? Rei adalah suatu bentuk penghormatan, permohonan, permintaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dari hati yang tulus dan penuh komitment dari si-pelaku REI kepada orang lain [teman pasangan berlatih, baik terhadap pasangan junior, senior, maupun kepada instruktur ataupun shihan sekalipun.
Selengkapnya...
 
Balada Katak beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh B.A.   

Seminar Aikido dengan narasumber seorang Shihan, bagi sebagian praktisi aikido adalah hal biasa-biasa saja. Sebagian yang lain; apatis. Sisanya, peristiwa yang luar biasa.

Di suatu kesempatan, saya menghadiri seminar aikido di Jakarta. Narasumbernya adalah praktisi aikido dari Amerika; Donovan Waite Shihan (Dan 7); murid Yoshimitsu Yamada (Dan 8). Seminar ini kebanyakan dihadiri oleh praktisi aikido Jakarta, dari luar daerah seperti Bali, Yogyakarta, Solo, bahkan peserta dari negeri Jiran; Singapura. Seminar berjalan baik selama dua hari, dimana pada setiap hari dibagi dua sesi latihan; tehnik tangan kosong dan senjata. Panitia tampaknya cukup memperhatikan dan mengantisipasi banyak aspek kelancaran seminar, sehingga seminar bisa dikatakan sukses.

Antusiasme peserta nampaknya berbeda-beda. Sebagian praktisi nampak sudah terlalu biasa saja untuk mengikuti seminar. Maklum, sudah terlalu banyak mengikuti kegiatan serupa. Dari obrolan ringan di sela-sela latihan, seorang rekan berkata bahwa dia bahkan sudah lupa gerakan-gerakan yang pernah diajarkan para sihan yang pernah datang ke Indonesia untuk memberi sesi latihan singkat dalam seminar; saking banyaknya kesempatan yang pernah ia lewati dalam seminar serupa. Ya, biasa khan, beda sihan beda style. mana mungkin bisa mengingat semua style yang berbeda-beda sebagai satu sistem pembelajaran yang kontinyu, kalau ketemu setiap sihan yang berbeda hanya satu atau dua hari di setiap seminar yang berbeda, di waktu dan tempat yang berbeda pula. 

Selengkapnya...
 
Aikido: Persepi, Teori ,dan Praktik beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh B.A.   

Aneh rasanya jika suatu hari anda melihat seseorang dengan pakaian renang, naik busway, menuju ke kantor. Atau, anda memakai baju olah raga untuk menghadiri jamuan makan resmi.

Kepantasan adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Belajar aikido adalah juga belajar kepantasan.

Syahdan, seorang Fulan yang baru masuk aikido, sudah begitu gatal untuk menguji tehnik yang diajarkan senseinya, kepada rekannya, bahkan kepada senseinya sendiri. Rekan-rekannya merasa stres karena jika berpasangan dengan Fulan, waza sering tidak bisa masuk, karena Fulan melawan. Jika Fulan melakukan tehnik, dia terlalu ambisius sehingga membuat rekannya kadang kesakitan.

Fulan sering dimarahi sensei-nya. Dia seringkali balik bertanya," Sensei, kalau latihannya seperti orang menari, apa aikido bisa bekerja ketika menghadapi situasi nyata?" Sang sensei gemas, berulang-ulang dia menekankan bahwa dojo bukan tempat untuk kontes kekuatan. Sang sensei dengan tegas akhirnya mempersilahkan si Fulan untuk keluar dojo dan belajar bela diri yang lebih cocok dengan kebutuhannya.

Salahkah si Fulan?

Selengkapnya...
 
Arigato ! beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh B.A.   
lmu adalah serangkaian entitas informasi yang berhasil diserap seseorang. Orang menjadi tahu. Saat orang telah tahu, ilmu bisa diamalkan dalam bentuk tindakan; jika mau, atau kalau mau; dibiarkan saja dibenak -- mungkin sampai terlupakan seperti barang usang.

Saya terinspirasi menulis hal ini karena obrolan ringan dengan seorang rekan. Di suatu pagi, saya, istri saya, dan rekan saya dan seorang kenalan lain menikmati sarapan pagi di kaki lima di sebuah kota di Jawa Timur. Rupanya sang rekan tidak mau mengambil resiko untuk saya traktir, sehingga ia mendahului saya untuk membayar makan pagi kami  berempat. Setelah dia bayar, tak lupa dia berkata kepada si ibu warung,"Terima kasih ya Bu." Lalu kami berjalan menyusuri jalanan dan dia berkata,"Kita ini kadang susah untuk bilang terima kasih. Hal yang sepele dan sebenarnya mudah dilakukan. Di aikido kan kita sering bilang arigato (terma kasih) sesudah latihan sama temen. Bagi saya, itu sesuatu yang baik dan seharusnya dilakukan juga di keseharian. Betul, nggak pak?"

Saya tersenyum mengiyakan, dan saya tertohok :-)
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 6 dari 6

Website Links

Advertisement
Advertisement