Aikido: Persepi, Teori ,dan Praktik beritahu rekan anda via E-mail
Ditulis Oleh B.A.   
Indeks Artikel
Aikido: Persepi, Teori ,dan Praktik
Halaman 2
Halaman 3
  1. Realitas seni bela diri (aikido) di dalam dojo

Dojo adalah tempat dimana seni bela diri diajarkan dan dilatih. Di dalamnya terdapat unsur guru dan murid, aktivitas dan jadwal latihan, organisasi dan administrasi, mekanisme jenjang kenaikan tingkat ataupun kurikulum pelajaran. Di dalam kegiatan pelatihan, para siswa diberikan materi-materi latihan yang bersifat baku, teoritis, merujuk kepada benar dan salah. Secara berkala menurut taraf kesiapan tertentu, para siswa diuji kemampuanya dalam menyerap materi yang telah diberikan oleh pengajar. Dalam latihan, sangat diusahakan bahwa serangan maupun eksekusi tehnik netralisasi serangan dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menghindari resiko cidera.  Bagaimanapun, latihan hanyalah simulasi perkelahian, karena itu tidak perlu berlanjut hingga serangan ekstrem yang mematikan. Sebab apapun alasannya, partner latihan hanyalah teman berlatih. Bukan musuh.

dojo 1.jpgTehnik bela diri yang dilatih di dalam dojo aikido hampir seratus persen bisa dipraktekkan dengan aman. Ini disebabkan karena adanya kepastian tentang jenis tehnik atau gerakan yang dilatih, respon yang diinginkan, dan hasil yang diharapkan dari latihan, serta adanya pengawasan dari instruktur seni bela diri aikido yang memastikan bahwa latihan berjalan dengan aman. Serangan maupun netralisasi serangan yang dilatih para siswa masih berada dalam kendali, sehingga kemungkinan-kemungkinan akibat dari olah gerak bela diri masih bisa diketahui dan dipastikan tidak akan menimbulkan cidera di antara peserta latihan. Kondisi Ini berlaku saat para siswa belajar tehnik-tehnik dasar aikido (kihon waza). Pada level yang lebih tinggi, yaitu pada taraf belajar tehnik bebas (jiyu waza), unsur resiko terhadap cidera mulai muncul, walau pada tingkatan yang masih relatif aman dan terkendali. Berlatih tehnik bebas yang dimaksudkan di sini adalah, “penyerang” (uke) boleh menyerang dengan bentuk serangan apa saja, namun sesuai dengan jenis serangan yang diajarkan untuk berlatih. Demikian pula “pembela diri” (nage – eksekutor tehnik), dirinya boleh melakukan tehnik netralisasi serangan yang manapun sesuai yang telah diajarkan pengajar aikido. Di sini resiko cidera bisa muncul karena baik jenis serangan maupun tehnik yang dipakai untuk menetralisasi serangan kemungkinannya tidak begitu diketahui. Namun begitu, jenis serangan dan jenis tehnik netralisasi serangan tidak akan jauh-jauh variasinya dari materi yang umum diberikan pada sesi-sesi latihan aikido dalam dojo. Karena itu resikonya bisa dianggap tidak begitu besar.

2. Realitas seni bela diri dalam pertandingan

Pada sebagian aliran bela diri diadakanlah pertandingan.Pertandingan ini dirasa perlu sebagai ajang mengasah sportifitas, prestasi dan prestis. Di sini akan “terlihat” siapa yang lebih baik, lebih unggul dan lebih terampil dalam memasukkan serangan ataupun membela diri. Serangan dan netralisasi serangan tentu saja lebih bervariasi dan lebih bebas bentuknya. Namun begitu, ajang pertandingan tidaklah benar-benar memfasilitasi ekspektasi sebagian orang untuk benar-benar bisa mengetahui siapa yang terbaik dalam pertandingan.

Mengapa begitu ?

Pertandingan memberi batasan-batasan tertentu kepada partisipan pertandingan berupa peraturan-peraturan. Peraturan ini lazimnya dibuat menjadi dua kelompok.

Yang pertama adalah perangkat aturan yang dibuat untuk penilaian pertandingan; yaitu siapa yang dianggap bisa meraih angka, dan dengan cara apa atau bagaimana angka bisa diperoleh dalam pertandingan. Kalah dan menang lebih ditentukan dengan perolehan angka ataupun Knock Out.

Peraturan yang kedua di buat untuk kepentingan keselamatan partisipan pertandingan. Serangan hanya boleh dimasukkan pada tempat-tempat tertentu tubuh lawan bertanding. Bagian-bagian lemah seperti kelamin, mata atau leher umumnya menjadi tempat terlarang yang tidak boleh diserang. Pada sebagian aliran seni bela diri, partisipan pertandingan diwajibkan untuk memakai pelindung dada, helm, atau sarung tinju untuk keamanan. Senjata mutlak dilarang dalam pertandingan-pertandingan resmi. Kalaupun ada pertandingan cabang seni bela diri bersenjata seperti Kendo (seni bela diri pedang Jepang modern), Anggar atau Naginata (seni bela diri tombak panjang Jepang modern), peralatan senjatanya dibuat dari bahan lain yang tidak berbahaya. Pertandingan Kendo menggunakan pedang bambu (sinai). Partisipan pertandingan Kendo harus memakai semacam baju zirah dengan dilengkapi pelindung pergelangan tangan, leher, serta helm topeng khusus untuk keamanan. Anggar (seni pedang Eropa) juga menggunakan pakaian khusus dan helm topeng. Sementara itu, senjata pertandingan naginata dibuat dari tongkat kayu biasa dengan ujung dibentuk seolah senjata tajam (shiai). Seni bela diri naginata dulunya adalah cara pertempur dengan menggunakan tombak panjang yang ujungnya diberi bilah tajam untuk menjangkau lawan dari jarak yang relatif panjang.

Pertandingan seni bela diri biasa dikategorikan dalam dua kelompok; yaitu pertandingan seni gerak dan pertandingan pertarungan.

Pertandingan seni gerak umumnya adalah peragaan tehnik oleh praktisi bela diri yang dilakukan sendirian, berpasangan, maupun beregu. Penilaian untuk mendapatkan angka didasarkan pada unsur-unsur keindahan gerak, semangat, kerapian, ketepatan waktu, atau unsur penilaian lain yang telah diatur dan disepakati sebelumnya.

pencak.gifSedangkan pertandingan pertarungan dilakukan dengan “mengadu” dua orang partisipan pertandingan. Siapa yang dapat memasukkan serangan pada tubuh lawan dan dinyatakan masuk oleh wasit, dialah yang mendapat angka. Pemenang dalam kedua jenis pertandingan tersebut adalah pihak yang bisa meraih angka terbanyak di antara para kontestan pertandingan.Peraturan-peraturan dalam pertandingan dengan sendirinya membatasi tehnik-tehnik tertentu dalam bela diri. Dengan kata lain, tidak semua tehnik bela diri mungkin untuk diaplikasi dalam lingkup pertandingan. Alasannya jelas, yakni demi menjaga keselamatan dan keamanan peserta pertandingan. Pemenang dalam sebuah pertandingan adalah pemenang versi pertandingan, yang dinyatakan menang angka mengalahkan partisipan lain dan tidak melanggar peraturan pertandingan.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >