Beranda arrow Sering di Tanya arrow Kamus Aikido
Kamus Aikido

Bahan Kamus Aikido diambil dari http://aikiweb.com/wiki/Vocabulary [09-02-2009] dan dialihbahasakan ke bahasa Indonesia.


Anda bisa mencari entri.

Mulai dengan Berisi Frasa

Masukkan Istilah

Semua | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | M | N | O | R | S | T | U | W | Y | Z


K
Ada 27 entri dalam Kamus Aikido.
Pages: «1 2 3 »
Istilah Definisi
Katsu Jinken"Pedang yang menyelamatkan kehidupan". Saat ilmu pedang Jepang semakin terpengaruh oleh Buddhisme (khususnya Zen Buddhisme) dan Taoisme, para praktisi semakin tertarik untuk menggabungkan prinsip etis ke dalam disiplin mereka. Master pedang yang sempurna, menurut beberapa pratisi, harus bisa tidak hanya membunuh, tapi juga menyelamatkan kehidupan. Konsep KATSU JIN KEN menemukan aplikasi eksplisit pengembangan tehnik yang menggunakan bagian pedang yang tidak digunakan untuk memotong untuk memukul atau mengontrol lawan, bukannya untuk membunuhnya. Pengaruh beberapa tehnik tersebut kadang bisa dilihat di aikido. Tehnik-tehnik lain dikembangkan dimana seseorang yang tidak bersenjata (atau orang yang tidak mau menarik senjatanya) bisa melumpuhkan penyerang. Tehnik-tehnik ini seringkali dilatih di Aikido. (lihat SETSU NIN TO).
 
KeikoLatihan. Satu-satunya rahasia keberhasilan dalam aikido.
 
KenPedang.
 
KenshoPencerahan. (lihat MOKUSO dan SATORI)
 
KiBatin. Ruh. Energi vital. Kehendak. (dalam bahasa China = chi) Untuk kebanyakan aikidoka, tujuan utama berlatih aikido adalah belajar "merentangkan" KI, atau belajar mengontrol atau mengarahkan KI orang lain. Terdapat interpretasi "realis" dan anti-realis tentang KI. Kelompok realis-KI menganggap KI, secara literal, sebagai "sesuatu", "Energi", atau kekuatan-hidup yang mengalir di tubuh. Dengan mengembangkan atau meningkatkan KI seseorang, menurut para realis-KI, akan memberikan tenaga dan kontrol terhadap tubuhnya yang lebih besar kepada aikidoka, dan bisa juga menambahkan manfaat meningkatnya kesehatan dan panjang umur. Menurut anti-realis KI, KI adalah konsep yang mencakup kisaran luas fenomena psiko-fisik, namun tidak menunjukkan keberadaan "energi" atau "sesuatu" secara obyektif. Anti-realis KI mempercayai bahwa, sebagai contoh, untuk "merentang KI" hanyalah dengan mengadopsi sejenis pengaturan psikologis yang positif dan menghubungkannya dengan perpaduan yang benar antara keseimbangan, relaksasi, dan aplikasi kekuatan fisik yang bijaksana. Karena deskripsi "merentang KI" adalah sesuatu yang lebih bisa dikelola, kosep KI memliki jenis penggunaan yang didefinisi dnegan baik bagi para anti-realis KI, namun tidak diteruskan dengan komitmen ontologis diluar cakupan pemikiran teori ilmiah.
 
Ki MusubiKI NO MUSUBI = Secara harafiah bermakna "menali simpul KI". Tindakan atau proses untuk menyesuaikan tujuan/oergerakan rekan berlatih sebagai langkah awalnya, dan menjaga keterhubungan kepada rekan berlatih disepanjang aplikasi tehnik aikido. KI MUSUBI yang baik memerlukan batin yang jernih, luwes, dan bersifat penuh perhatian. (lihat SETSUZOKU)
 
KiaiTeriakan yang dikeluarkan untuk tujuan memfokuskan energi seseorang ke satu gerakan tunggal. Meskipun KIAI yang terdengarkan tidak ada (dalam aikido), praktisi harus tetap mempertahankan rasa KIAI pada titik penting tertentu dalam tehnik-tehnik aikido.
 
Kihon(Sesuatu yang bersifat) fundamental. Nampak ada banyak cara untuk melakukan tehnik aikido yang sama. Untuk melihat fitur permukaan tehnik tersebut dan untuk menangkap intinya secara umum adalah dnegan memahami KIHON.
 
KohaiSiswa junior
 
Kokoro"Hati atau batin". Budaya psikologi Jepang tidak membedakan secara jelas antara letak intelektualitas dan emosi sebagaimana yang dibedakan dengan jelas di budaya Barat.
 


Semua | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | M | N | O | R | S | T | U | W | Y | Z


Website Links

Sekilas Info

Berikut ini adalah peserta ujian yudansha Indonesia Aikikai 2009 yang dinyatakan lulus ujian oleh Hiroshi Fujimaki Shihan (Dan 6), yang diadakan di hall basket Senayan Trade Center, Jakarta, pada tanggal 21 Februari 2009:

Shodan

  1. Kerry (dojo Slipi, Jakarta Barat)
  2. Adhi Wahyu Utama (dojo Kiku no Hana, Jakarta Selatan)
  3. Intan Dwianna (dojo Kiku no Hana, Jakarta Selatan)
  4. Arthur Sugiarto Prajogo (dojo Kiku no Hana, Jakarta Selatan)
  5. Teddy Arifandi (dojo Kiku no Hana, Jakarta Selatan)
  6. Wahyu Eko (dojo Kiku no Hana, Jakarta Selatan)
  7. Rudy Halim (dojo Sakura, Jakarta Selatan)
  8. Komar Setiawan (dojo Aikikenkyukai Sportmal, Jakarta Utara)
  9. Leonardi Ardiansyah N (dojo Aikikenkyukai Sportmal, Jakarta Utara)
  10. Stiven Pratama (dojo Sei Bu Mon, Jakarta Utara)
  11. Achmad Moesadad Shatrie (dojo Aikikenkyukai Sukasari, Bogor)
  12. Wawan Abdullah (dojo Aikikenkyukai Tenkei Universitas Indonesia, Depok)
  13. Budiwan Jihadillah (dojo Samina, Depok)
  14. Radityo Soenarto (dojo Samina, Depok)
  15. Caroline Dwi Lestari (dojo Tenchi, Tangerang)
  16. Arifin Wijaya (dojo Bandung Aikido Club, Bandung)
  17. Ferry Heryawan (dojo Bandung Aikido Club, Bandung)
  18. Hector Aguilera (dojo Batununggal Indah Club, Bandung)
  19. Gautama (dojo Mpu Tantular, Semarang)
  20. Makarim Suryo Broto (dojo Shoshin, Solo)
  21. Andi Tri Widodo (dojo Shoshin, Solo)
  22. Agustinus Yohan Kristian (dojo Shizen, Malang)