|
Aikido bagi saya, kurang atau lebihnya, adalah seni untuk memahami entitas energi. Energi bisa terdapat dalam unit apapun di alam dan kehidupan sehari-hari. Makhluk hidup, benda, mesin. Bahkan sesuatu yang bersifat mental; emosi, perasaan, kekuatan politik, perjanjian, hukum, norma, budaya, seni.
Dalam konteks fisik, dojo, latihan, praktik; aikido adalah seni memahami kekuatan energi penyerang, yakni tentang dari mana kekuatan dibangkitkan, disalurkan melalui mekanisme tubuh penyerang, lalu disampaikan kepada target serangan. Secara prinsipil; serangan adalah perpindahan energi yang disalurkan ke target perpindahan energi; dengan tujuan negatif. Energi bisa berpindah tempat melaui mekanisme biologis dari tubuh dan anggota tubuh pemilik energi; penyerang. Energi serangan lalu menemui titik kontak fisik dengan target serangan; lalu terjadi tubrukan energi. Akibat dari tubrukan energi adalah kerusakan, dari skala terkecil hingga terbesar; dari sekedar cidera ringan hingga kematian.
Bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh tahun, praktisi aikido secara tehnik berlatih untuk memahami hal tersebut. Sebagian berkutat pada “bentuk” tehnik, sebagian lebih maju mengekplorasi “konsep” dan “strategi”, sebagian kecil mencapai tahap “pemecahan masalah” dengan cara “yang lebih baik” dan manusiawi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Perguruan Indonesia Aikikai mengundang kehadiran aikidoka dalam kegiatan latihan bersama dengan Ikuhiro Kubota Shihan (Dan 7) dari Aikikai Hombu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Surveyor Indonesia Lantai 4, jl. Gatot Subroto - Jakarta (dekat RS. Medistra). Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu 13 Maret 2010 jam 14:00 - 17:00 dan hari minggu 14 Maret 2010 jam 19:00 - 21:30.
Biaya kegiatan latihan bersama ini adalah sebagai berikut:
-
Anggota Perguruan Indonesia Aikikai (YIA) = IDR. 150.000
-
Non Anggota Perguruan Indonesia Aikikai (YIA) = IDR. 250.000
Lain-lain:
-
Biaya latihan di transfer ke rekening BCA cabang Wisma Slipi. a/n. Nurlaila Eka Ratna, no.rek: 0840 732 061
-
Keterangan lebih lanjut, hubungi Shanti: +62 816 790 316
|
|
 Beradasarkan surat edaran Sekjen YIA nomor 2010/02/09/01/SPL/SJ/PIA, diinformasikan bahwa kegiatan Hombu Instruction Tour 2010 yang di dalamnya termasuk kegiatan ujian yudansha akan diadakan pada tanggal 19 hingga 24 Maret 2010 di Jakarta. Pada kegiatan kali ini, Hombu mengutus Yoshinobu Irie Shihan (6 Dan) dan Yuji Oyama Shidoin (4 Dan). Bagi para peserta ujian diharapkan untuk mempersiapkan diri khususnya mengenai waktu untuk mengikuti kegiatan ini. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan yang Iebih rinci akan kami kirimkan segera.
Bagi para peserta ujian yang belum melakukan pembayaran biaya ujian dan iuran tahunan agar melakukan pembayaran dan mengirimkan bukti pembayaran melalui faximile ke +62 (21) 5761472 sebelum hari Senin, 15 Februari 2010, jam 23:59. Para peserta ujian yang belum melakukan pembayaran dan pengiriman bukti pembayaran hingga hari Senin, 15 Februari 2010, jam 23:59 di anggap mengundurkan diri sebagai peserta ujian yudansha tahun 2010.
|
|
Beberapa tahun yang lalu [1997] di Indonesia masih tidak dikenal apa itu Aikido, apalagi organisasi aikidonya. Bahkan pernah seorang yang bertanya kepada saya, Aikido itu 'binatang apa?'... tolong jelaskan kepada saya apa itu Aikido dan bagaimana organisasinya di Indonesia, jangan-jangan organisasi gelap dan terlarang? Hingga saat ini masih tertanam dibenak saya bentuk pertanyaan sentimen tersebut, dan sependek pengetahuan saya hingga saat ini masyarakat luas masih belum memahami apa itu Aikido dan organisasinya. Aikido bukan binatang, bukan organisasi, bukan alat / instrumen, melainkan suatu ajaran Seni-Bela-Diri yang memiliki nilai filosofi luhur yang diciptakan oleh [almarhum] Morihei Ueshiba. Sedangkan organisasi Aikido merupakan sekumpulan orang-orang yang mengurusi dan/atau menjalankan agar kegiatan pendidikan dan pembinaan seni bela diri aikido agar dapat terlaksana bagi masyarakat Indonesia, sehingga bisa terjadi dalam suatu organisasi Aikido akan diurus oleh beberapa orang yang sesungguhnya orang itu tidak mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan Seni Bela diri Aikido, walau hal ini biasanya amat-langka dan sangat jarang terjadi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(Indonesiaaikikai.com, /24/10/2010 B.A.) Aikido Semarang dojo Mpu Tantular, berlokasi di jalan Mpu Tantular, Bubakan - Semarang, resmi berdiri pada tahun 2000. Hadir dalam peresmian dojo baru tersebut perwakilan dari Jakarta; Rista Liando, Katri hendratmo, dari Jogjakarta; Agus Suharti, Laddy Lesmana, dari Solo; Alan Sarwono, Bambang Ali, dihadiri pula oleh Satoru Sigekoshi Sensei (Dan 5) yang saat itu merupakan pelatih dari Jepang yang ada di Indonesia atas prakarsa Japan Indonesia Cooperation Agency (JICA). Tuan rumah, Mr. Teguh Santoso (dojo cho) dan Petrus Hamdani (instruktur), mengundang peran serta para undangan untuk turut memeriahkan peresmian dojo dengan embukai dan gashuku.
|
|
Selengkapnya...
|
|
" Kenaikan tingkat adalah sebuah alat untuk mengevaluasi kemampuan seseorang dan kemajuannya secara obyektif dengan satu set standarisasi. Namun, saya percaya bahwa sudut pandang semacam itu tidak relevan untuk mencari Tao. Karena seberapa jauh atau seberapa dalam seseorang telah berjalan merupakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat internal yang hanya bisa dijawab oleh si praktisi. Saya akhirnya percaya bahwa tidak mungkin untuk mengukur kedalaman setiap orang dengan apa yang mereka jalani dengan menggunakan satu standarisasi tetap."
***
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Subjek judul tadi sekilas lewat di pikiran saya, yang langsung bertanya apa jadinya
ketika Rei sudah tidak lagi diperlukan?
Ketika seseorang akan memasuki dojo [ruangan berlatih] biasanya orang ini dalam
posisi berdiri akan menundukkan setengah badan dan memberikan hormat.
Demikian pula ketika ia akan masuk ke tatami, akan memulai berpasangan untuk berlatihan,
juga setelah selesai berpasangan, mereka akan melakukan Rei dalam posisi seiza
[duduk / ala Jepang ; baca : cara Aikido].
Begitu pula ketika seorang instruktur yang memanggil muridnya untuk maju ke depan,
ketika akan memberikan contoh teknik, si-instruktur [guru] akan memulai terlebih dahulu
dengan rei dalam posisi seiza, dan setelah si-instruktur selesai memberikan contoh,
dia akan menutup dengan rei dalam posisi seiza kembali.
Sadar atau tidak sadar, sesungguhnya gerakan terbanyak ketika kita latihan didojo adalah
gerakan REI yaitu gerakan memberikan penghormatan dengan menunduk dalam
posisi seiza atau duduk, coba deh amati dan hitung berapa kali anda melakukan rei
dibanding melakukan teknik ketika di dojo.
Jika kita renungkan apa sih makna rei menurut pemahaman sehari-hari ketika berlatih Aikido?
Rei adalah suatu bentuk penghormatan, permohonan, permintaan yang dilakukan dengan
sungguh-sungguh dari hati yang tulus dan penuh komitment dari si-pelaku REI kepada orang
lain [teman pasangan berlatih, baik terhadap pasangan junior, senior, maupun
kepada instruktur ataupun shihan sekalipun.
|
|
Selengkapnya...
|
|
 ( Ciloto, 19/12/2009 Pradityo) Bulungan Aikido Dojo (Jakarta) sukses menyelenggarakan Gasshuku pada Jumat dan
Sabtu, 18-19 Desember 2009. Latihan bersama yang berlokasi di
Padepokan Judo Ciloto tersebut pertama kali diselenggarakan
oleh Bulungan Aikido Dojo pada tahun 1995. Setelah itu, program
tersebut sempat non-aktif karena kekosongan pengurus. Sejak tahun
lalu, Bulungan Aikido Dojo melakukan reformasi kepengurusan dan mulai
mengaktifkan kembali program Gasshuku. Tidak hanya para anggota dari
Bulungan Aikido Dojo yang berpartisipasi dalam Gasshuku kali ini,
namun anggota-anggota dari Mori Aikido Dojo , Lotus Aikido Dojo , dan
Meguri Aikido Dojo juga mengikuti kegiatan rutin tahunan itu dengan
total jumlah peserta mencapai 76 orang.
Sesi latihan terbagi dalam 4 sesi pada hari pertama dan 1 sesi pada
hari kedua yang berlangsung sejak kedatangan para peserta di lokasi
pada pukul 09.30 wib. Para instruktur pengisi sesi latihan, yaitu
sebagai berikut.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|