 Beradasarkan surat edaran Sekjen YIA nomor 2010/02/09/01/SPL/SJ/PIA, diinformasikan bahwa kegiatan Hombu Instruction Tour 2010 yang di dalamnya termasuk kegiatan ujian yudansha akan diadakan pada tanggal 19 hingga 24 Maret 2010 di Jakarta. Pada kegiatan kali ini, Hombu mengutus Yoshinobu Irie Shihan (6 Dan) dan Yuji Oyama Shidoin (4 Dan). Bagi para peserta ujian diharapkan untuk mempersiapkan diri khususnya mengenai waktu untuk mengikuti kegiatan ini. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan yang Iebih rinci akan kami kirimkan segera.
Bagi para peserta ujian yang belum melakukan pembayaran biaya ujian dan iuran tahunan agar melakukan pembayaran dan mengirimkan bukti pembayaran melalui faximile ke +62 (21) 5761472 sebelum hari Senin, 15 Februari 2010, jam 23:59. Para peserta ujian yang belum melakukan pembayaran dan pengiriman bukti pembayaran hingga hari Senin, 15 Februari 2010, jam 23:59 di anggap mengundurkan diri sebagai peserta ujian yudansha tahun 2010.
|
|
|
(Indonesiaaikikai.com, /24/10/2010 B.A.) Aikido Semarang dojo Mpu Tantular, berlokasi di jalan Mpu Tantular, Bubakan - Semarang, resmi berdiri pada tahun 2000. Hadir dalam peresmian dojo baru tersebut perwakilan dari Jakarta; Rista Liando, Katri hendratmo, dari Jogjakarta; Agus Suharti, Laddy Lesmana, dari Solo; Alan Sarwono, Bambang Ali, dihadiri pula oleh Satoru Sigekoshi Sensei (Dan 5) yang saat itu merupakan pelatih dari Jepang yang ada di Indonesia atas prakarsa Japan Indonesia Cooperation Agency (JICA). Tuan rumah, Mr. Teguh Santoso (dojo cho) dan Petrus Hamdani (instruktur), mengundang peran serta para undangan untuk turut memeriahkan peresmian dojo dengan embukai dan gashuku.
|
|
Selengkapnya...
|
|
 ( Ciloto, 19/12/2009 Pradityo) Bulungan Aikido Dojo (Jakarta) sukses menyelenggarakan Gasshuku pada Jumat dan
Sabtu, 18-19 Desember 2009. Latihan bersama yang berlokasi di
Padepokan Judo Ciloto tersebut pertama kali diselenggarakan
oleh Bulungan Aikido Dojo pada tahun 1995. Setelah itu, program
tersebut sempat non-aktif karena kekosongan pengurus. Sejak tahun
lalu, Bulungan Aikido Dojo melakukan reformasi kepengurusan dan mulai
mengaktifkan kembali program Gasshuku. Tidak hanya para anggota dari
Bulungan Aikido Dojo yang berpartisipasi dalam Gasshuku kali ini,
namun anggota-anggota dari Mori Aikido Dojo , Lotus Aikido Dojo , dan
Meguri Aikido Dojo juga mengikuti kegiatan rutin tahunan itu dengan
total jumlah peserta mencapai 76 orang.
Sesi latihan terbagi dalam 4 sesi pada hari pertama dan 1 sesi pada
hari kedua yang berlangsung sejak kedatangan para peserta di lokasi
pada pukul 09.30 wib. Para instruktur pengisi sesi latihan, yaitu
sebagai berikut.
|
|
Selengkapnya...
|
|
 ( Bandar Lampung, 08/11/09 B.A.) "Jika bukan karena selangkah kaki, mungkin perjalanan seribu mil tak akan dimulai". Mungkin ini bisa mewakili bagaimana Yayasan Indonesia Aikikai (YIA) bisa berdiri dan berkembang hingga sekarang. Beberapa orang telah melangkahkan kakinya untuk memeras keringat menimba ilmu aikido, beberapa yang lain mencurahkan pikiran dan tenaga untuk pembentukan organisasi, dan kemudian beberapa generasi telah turut membesarkan YIA.
Jozef Izaak poetiray adalah salah satu dari mereka. Namanya tercatat sebagai salah satu dari para pendiri YIA. Mungkin tidak banyak orang tahu, bagaimana liku-liku hidup seorang Jozef Poetiray, yang sehari-harinya akrab di sapa dengan nama Pak Cok, sehingga dirinya menjadi sejarah yang tak terlepaskan dari perjalanan YIA.
indonesiaaikikai.com berkesempatan menemui Jozef Poetiray di sela-sela kegiatannya menguji penurunan kyu di O Hime dojo Bandar Lampung. Pemegang peringkat Dan 5 aikikai ini begitu antusias bercerita tentang sekelumit sejarah hidupnya, perjalanannya ke Jepang, bertemu dengan aikido dan berdirinya YIA. Meski usianya menjelang senja, namun semangat pria berusia 72 tahun ini masih berapi-api ketika bercerita tentang aikido. Berikut petikan wawancara antara indonesiaaikikai.com dengan Jozef Poetiray atau Pak Cok.
|
|
Selengkapnya...
|
|
(Jogjakarta, 26/07/09, B.A) Tiga belas tahun yang lalu, aikido menggeliat di Jogjakarta untuk pertama kalinya. Seorang dosen bahasa Perancis tertarik untuk mempelajari budaya beladiri Jepang yang menarik bak tarian tradisional odori. Tak ada yang mengira bahwa dikemudian hari ketertarikan seorang Laddy Lesmana; sang dosen bahasa Perancis itu, terhadap aikido, menjadi cikal bakal berkembangnya aikido Jogjakarta hingga hari ini. Bersama dengan Haris Martono, yang sekarang ini ikut berkiprah di aikido Pengda Jabar, Suyoto dan Oerip Handoko, mereka merintis dojo aikido yang pertama kali di Jogjakarta di tahun 1996.
Sebuah dojo kecil di Sanggar Savitri yang terletak di Kemetiran Kidul menjadi perintis awal berkembangnya aikido Jogjakarta. Berturut-turut dojo-dojo yang lain mulai dibuka, seperti dojo Sanatha Dharma, dojo Atma Jaya, dojo UPN dan dojo Janti. Tercatat beberapa pelatih Jepang pernah memberi pelatihan di era tahun 1997 hingga tahun 2000 seperti Shinji Maeda (kala itu Dan 3), Atsusi Yahagi (kala itu Dan 3) dan Satoru Shigekoshi (Dan 5). Waktu berjalan dan dojo silih berganti berdiri; sebagian bertahan hidup dan berkembang hingga sekarang, sebagian tutup dan sebagian memilih jalur afiliasi yang berbeda dengan Yayasan Indonesia Aikikai (YIA). Namun demikian, aikido tidak berhenti berkembang. Ini terbukti dengan berdirinya Badan Pengurus Daerah (BPD) Aikido Jogjakarta yang tetap berafiliasi ke Indonesia Aikikai di tahun 2000.
Indonesiaaikikai.com berkesempatan untuk menggali lebih jauh perkembangan aikido di Jogjakarta dengan wawancara bersama ketua dewan guru aikido Jogjakarta, Eduard Risdiyanto (Dan 3), yang akrab dipanggil dengan Edu.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(Jakarta, 23/05/09, R.H., E.R., B.A.) Bertempat di Hall Basket Senayan Trade Center, Jakarta, Donovan Waite Shihan (Dan 7) mengajar pada seminar aikido yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 mei 2009. Seminar kali ini adalah kunjungan Donovan Waite Shihan yang ketiga ke Indonesia setelah seminar serupa yang dilaksanakan di Dojo Sakura Binus, Jakarta, 2007. dan 2006 Seminar dilaksanakan selama dua hari dengan tiga sesi latihan tiap hari.
Figur Donovan Waite Shihan rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi 20 peserta yang datang dari luar negeri; seperti Dubai, Singapura, Filipina dan Thailand. Dari dalam negeri, 60 peserta seminar berdatangan dari dojo-dojo di Jakarta seperti Dojo Sakura Group, Cempaka putih, Korps Brimob, Bulungan, Atma Jaya, Satori Manggarai, Tenchi, Slipi, Aikikenkyukai, Kiku no Hana serta peserta dari luar pulau Jawa seperti Medan, Aikikai Bali, dan Bukado Makassar.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(Jakarta, 22/02/09, B.A.) Ujian yudansha merupakan acara rutin tahun bagi Yayasan Indonesia Aikikai. Namun begitu, acara ujian yudansha tahun 2009 ini memiliki arti penting tersendiri dalam perjalanan sejarah Indonesia Aikikai.
Acara penting dalam kegiatan ujian yudansha tersebut adalah
penganugerahan peringkat Dan 5 dari Doshu Moriteru Ueshiba kepada Ir.
Jozef Izaak Poeitiray, yang diberikan secara resmi melalui Hiroshi
Fujimaki Shihan (Dan 6).
Ir. Jozef Izaak Poetiray, yang kesehariannya disapa dengan sebutan Pak Cok, adalah salah satu dari beberapa pendiri Yayasan Indonesia Aikikai,
dan beliau telah turut berkiprah dalam Yayasan Indonesia aikikai sejak
tahun 1983 hingga sekarang. Ir. Jozef Izaak Poeitiray sekarang menjabat
Ketua Dewan Guru Yayasan Indonesia Aikikai .
Penganugerahan peringkat Dan 5 kepada Ir. Jozef Izaak Poetiray adalah
wujud penghargaan Aikido Hombu Jepang atas jasa-jasa beliau dalam
organisasi YIA, dan ini adalah yang pertama kalinya seorang praktisi
aikido dari Indonesia Aikikai yang mendapatkan peringkat Dan 5.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kesempatan dan waktu yang tepat ! Sebuah ungkapan atas sesuatu yang tak ternilai harganya.
Tanggal 1 November 2007, mungkin hari yang bersifat rutin bagi Korps Polisi Militer AURI di seluruh Indonesia. Di setiap pangkalan AURI di seluruh Indonesia, 1 November diperingati sebagai hari jadi POM AURI, dan dihormati dengan upacara kemiliteran.
Aikido mendapat perhatian khusus pada HUT POM AURI KE 61, di pangkalan AURI Adi Sumarmo, Solo.
Upacara peringatan Hari Jadi POM AURI dimeriahkan dengan peragaan aikido oleh siswa SKADIK 405 POM.
Hal yang menarik, peragaan aikido yang mereka tampilkan tidak memakai matras, melainkan langsung di lapangan rumput, beserta dengan pakaian harian kemiliteran.
 Dalam acara peragaan aikido tersebut turut juga diundang peraga aikido
dari dojo Assalaam Training Center - Solo. Karena bukan tentara yang
biasa jatuh bangun dilapangan, para peraga ini tetap memakai matras dan
dogi standar.
Kegiatan peragaan
aikido ini disambut antusias oleh para pejabat POM, diantaranya Mayor
POM Bambang Suseno; Komandan SKADIK 405 POM AURI, Letkol Pen. Basuki;
Komandan SKADIK 401 AURI, dan Lettu Dicky Millano; Kasi Pam SatPOM AURI.
Diharapkan, momen ini bisa menjadi pencitraan positif aikido di Solo
untuk lebih dikenal di masyarakat, sebagai bela diri defensif yang juga
diaplikasi oleh militer.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|