Beranda
Pencipta Aikido beritahu rekan anda via E-mail
Indeks Artikel
Pencipta Aikido
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6

Aiki - Budo
  
Deguchi menyarankan Ueshiba untuk berpisah dengan sekte Omoto-kyo dan mengembangkan "jalan" sendiri pada tahun 1927. Ueshiba dan keluarganya pindah ke Tokyo, menyewa sebuah rumah di Samaruchi. Ueshiba mengajar di tempat yang disediakan oleh pangeran Shimazu pada tahun 1928. Setelah itu Ia pindah ke Mita. Di sana muridnya bertambah banyak. Ia lalu memutuskan untuk membangun dojo baru di Ushigone yang selesai pembangunannya pada tahun 1931 dan dinamai dojo Kobukan.
   
Pada masa itu, Jigoro Kano, Bapak pendiri Judo Kodokan, singgah ke Kobukan untuk menyaksikan teknik Aiki Ueshiba yang sebagian besar fondasinya merupakan teknik Daito-ryu. Terkesan oleh teknik Ueshiba, Kano berkomentar,"Inilah Budo ideal saya". Ia kemudian menyuruh beberapa muridnya untuk belajar teknik bela diri Ueshiba. Salah satu diantaranya adalah Minaro Mochizuki.
   
Pada tahun 1932, suatu "masyarakat pengembang Budo" didirikan dan Ueshiba dipilih sebagai kepala instruktur. Saat itulah Gozo Shioda (yang di waktu kemudian mendirikan Yoshinkan Aikido) bergabung dengan Ueshiba. Di masa itu Ueshiba mengembangkan jalan Budonya sendiri terlepas dari Daito-ryu. Seni bela diri Ueshiba di beri nama Aiki-Budo. Dengan hanya bermodal 80 tatami (matras pengaman yang terbuat dari anyaman jerami), Kobukan-dojo dengan Aiki-Budonya mulai menarik perhatian banyak praktisi bela diri. Namun, untuk masuk menjadi praktisi di sana haruslah melalui referensi orang-orang tertentu. Latihan keras di
"dojo neraka" ini menghasilkan praktisi tangguh seperti Yukawa Tsutomu, Yonekawa Shigemi, Inoue Noriaki, Tomiki Kenji (di kemudian hari mendirikan Tomiki Aikido, satu-satunya aliran yang menghalalkan pertandingan dalam aikido) dan Rinjiro Shirata.
   
Nama Kobukan mulai terkenal dan publikasi teknik Aiki-Budo yang pertama diterbitkan dalam buku berjudul Budo Renshu (latihan Budo) yang berisi lebih dari 200 teknik Ueshiba pada tahun  1933. Film dokumenter Aiki-Budo yang di sponsori oleh Harian Osaka Asahi dibuat pada tahun 1935.
   
Ketika  dojo Kobukan telah terkenal, berdirilah dojo-dojo cabang, diantaranya cabang pada Akademi Angkatan Laut dan Sekolah Polisi Militer. Kobukan membentuk Kobukai Foundation untuk mengelola manajemen dan aspek keuangan dojo. Pada saat ini Ueshiba mengubah sistem pemberian ijazah kelulusan (Soden Mukoroku) dengan sistem Kyu-Dan, sistem yang berlaku umum di jaman sekarang pada semua bela diri Jepang seperti dalam Karate maupun Judo.
   
Era dojo Kobukan berakhir pada tahun 1940, ketika banyak praktisinya aktif dalam tugas-tugas militer, dimana pada masa itu Cina dan Jepang sedang bersitegang. Walaupun pada tahun 1941, Admiral Isamu Takeshita mensponsori peragaan bela diri (embukai) Aiki-Budo di hadapan anggota keluarga Kaisar dan mendapat sambutan yang hangat, namun karena Jepang saat itu memasuki perang dunia II, perkembangan Aiki-Budo akhirnya mengalami kemandekan (stagnasi).



 

Website Links

Sekilas Info

Berdasarkan surat edaran Sekjen YIA tertanggal 28 Oktober 2009, no: 2009/10/28/01/SP/SJ/PIA, diberitahukan kepada semua dojo dan anggota aikido yang terafiliasi ke Yayasan Indonesia Aikikai tentang pendaftaran Ujian Yudansha 2010.

Syarat Pendaftaran adalah sebagai berikut:

  1. Mengirimkan karya tulis. (format terlampir )
  2. Mengirimlan Formulir Ujian Dan-Kyu.

Bagi peserta ujian yudansha setingkat Dan 1 (shodan), persyaratan tambahan adalah:

  1. Mengirimkan Formulir Registrasi Aikido Hombu.
  2. Mengirimkan Formulir Permohonan Kartu Yudansha Internasional.
  3. Mengirimkan foto berwarna ukuran 3 X 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar.

Langganan Info

Info Indonesia Aikikai


Terima HTML?
Bergabung untuk menerima info reguler dari YIA

Advertisement
Saat ini ada 20 tamu online
Advertisement

Kunjungan