Beranda
Pencipta Aikido beritahu rekan anda via E-mail
Indeks Artikel
Pencipta Aikido
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6

Aikijitsu Daitoryu
   
Aikijutsu Daito, ditemukan pertama kali oleh pangeran Teijun, putra ke enam pangeran Seiwa (850 - 880 AD). Melalui putra angeran Teijun, Tsunemoto, bela diri ini diturunkan dari generasi ke generasi pada keluarga Minamoto.  Ketika sampai pada generasi ke enam, ilmu bela diri ini sampai ke Shira Saburo Yoshimitsu, adik Yosiie Minamoto (1100 AD). Yoshimitsu dengan bakat yang dimilikinya mengembangkan teknik-teknik Jujutsu yang dimilikinya. Ia terinspirasi ketika melihat seekor laba-laba, yang dengan sarang yang dibuatnya, laba-laba itu  mampu menundukkan binatang yang ukurannya beberapa kali lebih besar darinya. Ini
mengisyaratkan bahwa orang dengan ukuran lebih kecil pun seharusnya mampu membela diri terhadap lawan yang lebih besar. Yoshimitsu mempelajari pula anatomi tubuh manusia dengan membedah mayat-mayat bandit ataupun orang-orang yang mati dalam peperangan.
   
Putra kedua Yoshimitsu, yakni Yoshikiyo, pergi ke Koga (sekarang bernama Yamanashi) dan membentuk Klan Takeda. Ilmu bela diri yang diwarisi oleh ayahnya diturunkan turun temurun pada keluarga Takeda secara rahasia hingga sampai Kunitsugo Takeda. Kunitsugo pindah ke Aizu (yang sekarang bernama Fukushima) pada tahun 1574. Teknik bela diri klan Takeda diajarkan pada para Samurai Aizu-han secara khusus hingga tiga ratus tahun kemudian, yang tekniknya kemudian lebih dikenal dengan teknik Aizu-todome atau Aizu-oshiki Uchi.
   
Teknik-teknik bela diri Daito-ryu yang ada sekarang telah mengalami metamorfosa. Sejarah bermula ketika Soemon Takeda (1758 - 1853) mengajar sistem bela diri yang di kenal sebagai Aiki-In-Yo-Ko atau teknik bela diri Aiki-yinyang yang diturunkan kepada Tanomo Saigo, asisten para Samurai Aizu. Saigo, selain belajar teknik Aiki-yinyang ia juga belajar ilmu pedang aliran Misoguchi dan ilmu militer Koshu. Kala itu, para Samurai Aizu adalah pendukung fanatik rejim militer lama yang menentang Restorasi Meiji. Ketika terjadi perang dengan tentara kekaisaran, Tanomo Saigo terbunuh. Untuk menghormati Tanomo Saigo sekaligus sebagai rasa
bela sungkawa, istri, kelima anaknya dan empat belas anggota keluarganya melakukan bunuh diri.
   
Sebelum meninggal, Saigo ketika menjadi pendeta Shinto sempat mengangkat Shida Shiro sebagai anak asuh dan muridnya. Karenanya, Shiro menguasai teknik Oshiki Uchi. Tehnik tersebut dipadukannya bersama teknik Jigoro Kano, pendiri Judo
gaya Kodokan. Pada suatu turnamen terbuka di tahun 1889, ia memenangkan kejuaraan sehingga reputasi Judo Kodokan jadi terkenal. Namun setelah turnamen itu, mungkin disebabkan oleh hutang budinya terhadap Tanomo Saigo dan rasa hormatnya yang mendalam pada Jigoro Kano, Ia memutuskan untuk meninggalkan latihan kedua aliran ilmu bela diri tersebut. Ia pindah ke Nagasaki dan berlatih ilmu panah kuno, Kyudo, hingga akhir hayatnya.
   
Beruntunglah bahwa, Tanomo Saigo masih mempunyai pewaris ilmunya yang lain, yaitu Sokaku Takeda (1860 - 1943), cucu Soemon Takeda. Sokaku menjadi penerus ilmu Aiki-In-Yo-Ho atau Oshiki Uchi selanjutnya. Pada masa mudanya Ia juga belajar ilmu pedang aliran Ono-Ha-Itto-ryu dan ilmu tombak aliran Hozointa. Selain itu ia juga belajar ilmu pedang gaya Jikishin-Kage-ryu dibawah bimbingan Sakakibara Kenkichi.
   
Ketika Tanomo Saigo memberikan ilmunya kepada Sokaku Takeda pada tahun 1898, Ia berkata kepadanya," Jalan pedang sudah berakhir, mulai sekarang buatlah teknik yang luar biasa ini menjadi terkenal di mana-mana". Sokaku lalu menggubah teknik Oshiki Uchi yang diterimanya berdasarklan pengalamannya bertahun-tahun dan Ia kemudian merancang teknik baru yang dikenal dengan Daito-ryu Aikijutsu.



 

Website Links

Sekilas Info

Berdasarkan surat edaran Sekjen YIA tertanggal 28 Oktober 2009, no: 2009/10/28/01/SP/SJ/PIA, diberitahukan kepada semua dojo dan anggota aikido yang terafiliasi ke Yayasan Indonesia Aikikai tentang pendaftaran Ujian Yudansha 2010.

Syarat Pendaftaran adalah sebagai berikut:

  1. Mengirimkan karya tulis. (format terlampir )
  2. Mengirimlan Formulir Ujian Dan-Kyu.

Bagi peserta ujian yudansha setingkat Dan 1 (shodan), persyaratan tambahan adalah:

  1. Mengirimkan Formulir Registrasi Aikido Hombu.
  2. Mengirimkan Formulir Permohonan Kartu Yudansha Internasional.
  3. Mengirimkan foto berwarna ukuran 3 X 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar.

Langganan Info

Info Indonesia Aikikai


Terima HTML?
Bergabung untuk menerima info reguler dari YIA

Saat ini ada 4 tamu online

Kunjungan