(Jogjakarta, 26/07/09, B.A) Tiga belas tahun yang lalu, aikido menggeliat di Jogjakarta untuk pertama kalinya. Seorang dosen bahasa Perancis tertarik untuk mempelajari budaya beladiri Jepang yang menarik bak tarian tradisional odori. Tak ada yang mengira bahwa dikemudian hari ketertarikan seorang Laddy Lesmana; sang dosen bahasa Perancis itu, terhadap aikido, menjadi cikal bakal berkembangnya aikido Jogjakarta hingga hari ini. Bersama dengan Haris Martono, yang sekarang ini ikut berkiprah di aikido Pengda Jabar, Suyoto dan Oerip Handoko, mereka merintis dojo aikido yang pertama kali di Jogjakarta di tahun 1996.
Sebuah dojo kecil di Sanggar Savitri yang terletak di Kemetiran Kidul menjadi perintis awal berkembangnya aikido Jogjakarta. Berturut-turut dojo-dojo yang lain mulai dibuka, seperti dojo Sanatha Dharma, dojo Atma Jaya, dojo UPN dan dojo Janti. Tercatat beberapa pelatih Jepang pernah memberi pelatihan di era tahun 1997 hingga tahun 2000 seperti Shinji Maeda (kala itu Dan 3), Atsusi Yahagi (kala itu Dan 3) dan Satoru Shigekoshi (Dan 5). Waktu berjalan dan dojo silih berganti berdiri; sebagian bertahan hidup dan berkembang hingga sekarang, sebagian tutup dan sebagian memilih jalur afiliasi yang berbeda dengan Yayasan Indonesia Aikikai (YIA). Namun demikian, aikido tidak berhenti berkembang. Ini terbukti dengan berdirinya Badan Pengurus Daerah (BPD) Aikido Jogjakarta yang tetap berafiliasi ke Indonesia Aikikai di tahun 2000.
Indonesiaaikikai.com berkesempatan untuk menggali lebih jauh perkembangan aikido di Jogjakarta dengan wawancara bersama ketua dewan guru aikido Jogjakarta, Eduard Risdiyanto (Dan 3), yang akrab dipanggil dengan Edu.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(HER WORLD, Mei 2009) Olah raga bela diri identik dengan sesuatu yang keras dan kasar. Namun, bila ada yang menekankan kasih sayang dan kelembutan, apa salahnya anda ikut belajar? FESTI RAHMA HIDAYATI mengajak anda mencoba aikido.
Pernah menonton film dimana Steven Seagal beraksi? Di situ, sang aktor tampak lihai dengan aikido. Untuk ukuran bela diri, aikido memang terlihat tak terlalu “garang”. Nyaris tak ada pukulan atau tendangan dari para aikidoka (sebutan untuk peserta aikido). Tampak damai, walau bisa dipastikan membutuhkan kekuatan fisik dan menguras stamina saat berlatih nanti.
Ritual sebelum latihan pun dimulai dengan meditasi agar pikiran dan suasana hati lebih jernih dan tenang.
"Aikido bisa dibilang menekankan pada kelembutan, karena tujuannya menciptakan keselarasan atau harmoni. Sebisa mungkin kita tidak boleh melukai lawan dengan menyerang secara agresif, melainkan "mengarahkan serangan lawan untuk menaklukannya. Aikido tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental, " kata Herry Sukardi, Ketua Bulungan Aikido dojo, sesaat sebelum latihan dimulai. Saya jadi penasaran, bagaimana mungkin olahraga bela diri menuntut penguasaan diri untuk tidak melukai lawan?
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
(Jakarta, 23/05/09, R.H., E.R., B.A.) Bertempat di Hall Basket Senayan Trade Center, Jakarta, Donovan Waite Shihan (Dan 7) mengajar pada seminar aikido yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 17 mei 2009. Seminar kali ini adalah kunjungan Donovan Waite Shihan yang ketiga ke Indonesia setelah seminar serupa yang dilaksanakan di Dojo Sakura Binus, Jakarta, 2007. dan 2006 Seminar dilaksanakan selama dua hari dengan tiga sesi latihan tiap hari.
Figur Donovan Waite Shihan rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi 20 peserta yang datang dari luar negeri; seperti Dubai, Singapura, Filipina dan Thailand. Dari dalam negeri, 60 peserta seminar berdatangan dari dojo-dojo di Jakarta seperti Dojo Sakura Group, Cempaka putih, Korps Brimob, Bulungan, Atma Jaya, Satori Manggarai, Tenchi, Slipi, Aikikenkyukai, Kiku no Hana serta peserta dari luar pulau Jawa seperti Medan, Aikikai Bali, dan Bukado Makassar.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sambutan Ketua Umum Yayasan dan Perguruan Indonesia Aikikai
Salam,
Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa pada hari ini situs Indonesia Aikikai telah siap dipublikasikan dan digunakan untuk komunitas aikido khususnya yang berafiliasi dengan Yayasan / Perguruan Indonesia Aikikai.
Dengan demikian maka mulai hari praktisi dan pencinta seni bela diri aikido mempunyai sarana komunikasi dan informasi yang bisa diandalkan sesuai dengan tuntutan kehidupan masa kini yang mana diharapkan terjadi interaksi yang positif untuk perkembangan Indonesia Aikikai.
Situs Indonesia Aikikai masih belum sempurna dan kami selalu mengundang saran dan kritik yang membangun untuk kemajuan bersama. Namun demikian Saya ingin menyampaikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih atas dukungan, saran dan kontribusi dari Badan Pembina, Badan Pengurus dan Badan Pengawas Indonesia Aikikai, Komite Dewan Guru dan Sekretaris Jenderal Perguruan Indonesia Aikikai yang telah bekerja secara profesional untuk mewujudkan situs ini.
(Witjaksono Abadiman Sidharta)
|
|
|
(Jakarta, 22/02/09, B.A.) Ujian yudansha merupakan acara rutin tahun bagi Yayasan Indonesia Aikikai. Namun begitu, acara ujian yudansha tahun 2009 ini memiliki arti penting tersendiri dalam perjalanan sejarah Indonesia Aikikai.
Acara penting dalam kegiatan ujian yudansha tersebut adalah
penganugerahan peringkat Dan 5 dari Doshu Moriteru Ueshiba kepada Ir.
Jozef Izaak Poeitiray, yang diberikan secara resmi melalui Hiroshi
Fujimaki Shihan (Dan 6).
Ir. Jozef Izaak Poetiray, yang kesehariannya disapa dengan sebutan Pak Cok, adalah salah satu dari beberapa pendiri Yayasan Indonesia Aikikai,
dan beliau telah turut berkiprah dalam Yayasan Indonesia aikikai sejak
tahun 1983 hingga sekarang. Ir. Jozef Izaak Poeitiray sekarang menjabat
Ketua Dewan Guru Yayasan Indonesia Aikikai .
Penganugerahan peringkat Dan 5 kepada Ir. Jozef Izaak Poetiray adalah
wujud penghargaan Aikido Hombu Jepang atas jasa-jasa beliau dalam
organisasi YIA, dan ini adalah yang pertama kalinya seorang praktisi
aikido dari Indonesia Aikikai yang mendapatkan peringkat Dan 5.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Pada tahun 1960-an, di era pemerintahan Soekarno, banyak remaja indonesia yang mendapatkan bea siswa untuk belajar ke luar negeri, termasuk Jepang adalah salah satu negara tujuan belajar remaja Indonesia. Diantara mereka yang menjadi mahasiswa di negeri Sakura tersebut adalah Jozef Izaak Poetiray dan Mansur Idam, dan keduanya disamping belajar di perguruan tinggi Jepang juga berkesempatan mempelajari seni bela diri Aikido.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kesempatan dan waktu yang tepat ! Sebuah ungkapan atas sesuatu yang tak ternilai harganya.
Tanggal 1 November 2007, mungkin hari yang bersifat rutin bagi Korps Polisi Militer AURI di seluruh Indonesia. Di setiap pangkalan AURI di seluruh Indonesia, 1 November diperingati sebagai hari jadi POM AURI, dan dihormati dengan upacara kemiliteran.
Aikido mendapat perhatian khusus pada HUT POM AURI KE 61, di pangkalan AURI Adi Sumarmo, Solo.
Upacara peringatan Hari Jadi POM AURI dimeriahkan dengan peragaan aikido oleh siswa SKADIK 405 POM.
Hal yang menarik, peragaan aikido yang mereka tampilkan tidak memakai matras, melainkan langsung di lapangan rumput, beserta dengan pakaian harian kemiliteran.
 Dalam acara peragaan aikido tersebut turut juga diundang peraga aikido
dari dojo Assalaam Training Center - Solo. Karena bukan tentara yang
biasa jatuh bangun dilapangan, para peraga ini tetap memakai matras dan
dogi standar.
Kegiatan peragaan
aikido ini disambut antusias oleh para pejabat POM, diantaranya Mayor
POM Bambang Suseno; Komandan SKADIK 405 POM AURI, Letkol Pen. Basuki;
Komandan SKADIK 401 AURI, dan Lettu Dicky Millano; Kasi Pam SatPOM AURI.
Diharapkan, momen ini bisa menjadi pencitraan positif aikido di Solo
untuk lebih dikenal di masyarakat, sebagai bela diri defensif yang juga
diaplikasi oleh militer.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Salam,
Indonesia Aikikai adalah organisasi nasional penyelenggara kegiatan bela diri Aikido yang berafiliasi ke Aikikai Hombu di Jepang. Organisasi ini didirikan pada tahun 1983 dengan status yayasan, kemudian disesuaikan badan hukumya pada tahun 2008, menurut undang-undang tahun 2001 yang mengatur tentang yayasan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 18 - 25 dari 25 |